Menu Utama
icon_home.gif Depan
icon_community.gif ProfilShow/Hide content
tree-T.gif Visi
tree-T.gif Misi
tree-T.gif Struktur
tree-T.gif Program
tree-L.gif Kebijakan
favoritos.gif BeritaShow/Hide content
tree-T.gif Berita
Access restricted to our members Kirim Berita
tree-L.gif Akun Anda
som_downloads.gif UnduhShow/Hide content
tree-T.gif UnduhKonten Baru !
tree-L.gif Link Web
icon_poll.gif DatabaseShow/Hide content
tree-T.gif PMKS 2009
tree-T.gif PPLS 2008
tree-T.gif PMKS 2008
tree-T.gif PSKS 2008
tree-T.gif Sistem Informasi Panti
tree-T.gif Subsidi Panti
tree-T.gif JSLU
tree-T.gif JSPACA
tree-L.gif Penelitian
icon_members.gif HubungiShow/Hide content
Access restricted to our members Feedback
tree-T.gif Rekomendasikan Kami
tree-L.gif Jurnal

Event Calendar
Juli 2010
  1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Setjen
Itjen
Ditjen Dayasos
Ditjen Yanrehsos
Ditjen Banjamsos
Badiklit Kesos

Jurnal Penelitian

[ Puslitbang Kesos ]

[ Download ]


Kepahlawanan
  1. Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional
  2. Daftar Nama Pahlawan Nasional Republik Indonesia
  3. Website Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata

Renstra 2010-2014


Buku Glosarium


Kementerian Sosial Peringkat ke-8 dari 27 Kementerian


Buku Kinerja Kementerian Sosial RI


"HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL"
Dikirim oleh Webadmin - pada Wednesday, 10 December 2003
Depsos
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional diabadikan dari peristiwa sejarah tanggal 20 Desember 1948, yaitu ketika terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat persis sehari setelah agresi militer Belanda. Dua kekuatan milik bangsa Indonesia yakni TNI dan rakyat bahu membahu dalam perjuangan bersenjata untuk mengenyahkan penjajahan Belanda. Kesetiakawanan yang tulus, dilandasi rasa tanggung jawab yang tingi kepada tanah air (pro patria) menumbuhkan solidaritas bangsa yang sangat kuat untuk membebaskan tanah air dari cengkraman agresor.


Rakyat memberikan apa saja yang menjadi miliknya untuk membantu perjuangan para pahlawannya. Sebaliknya para prajurit TNI selalu siap melindungi rakyat dari angkara murka penjarah milik rakyat. Rakyat dari semua golongan turut bertempur, mereka menolong dan merawat para prajurit yang terbunuh maupun terluka.

Kesetiakawanan sosial kemudian tumbuh secara nasional, hingga ke seluruh pelosok tanah air, dan menampakkan diri sebagai bukti kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mengusir agresi Belanda. Puncak kemanunggalan dibuktikan dalam "Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Serangan Umum 1 Maret ini mempunyai arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempunyai arti politik yang sangat krusial bagi dunia internasional terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bangkitnya rakyat secara serentak terpanggil untuk membantu dan bahu membahu bersama TNI melawan penjajah adalah terdorong oleh rasa kesetiakawanan sosial.

Dari peristiwa sejarah itu, tampak bahwa rasa kesetiakawanan sosial itu nmerupakan sistem amunisi dan persenjataan sosial telah terbukti sangat andal, sehingga meskipun hanya dengan bambu runcing kita mampu mengusir penjajah untuk selama-lamanya dari bumi Indonesia setelah mereka bercokol dan menjarah negeri tercinta ini selama kurang lebih 350 tahun.

Apabila kita simak kembali lintasan sejarah perjuangan bangsa kita dari masa ke masa, tampak jelas bahwa kesetiakawanan sosial itu merupakan salah satu anugrah nilai budaya bangsa kita yang telah merasuk ke dalam kalbu seluruh anak bangsa ini. Nilai kesetiakawanan sosial terpatri dalam kalbu, tumbuh dalam sanubari dan bersemi dalam cipta, rasa dan karsa setiap insan pertiwi.

Kesetiakawanan sosial nasional tercermin dalam lintasan sejarah dari masa ke masa, Tahun 1928, nilai ini tampil melandasi tercetusnya Sumpah Pemuda, yang sangat fenomenal. Tahun 1945 mengejawantah dalam format yang mengilhami Proklamasi Kemerdekaan. Tahun 1948 mendorong bangkitnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Tahun 1965 kesetiakawanan sosial mewujudkan diri dalam format keterpanggilan menumpas komunisme.

Nilai inilah yang mendasari persatuan dan kesatuan bangsa kita sehinga meskipun bangsa Indonesia serba Bhineka namun tetap Tungga Ika.

Kesetiakawanan sosialyang dalam sejarah telah terbukti keampuhannya sebagai sistem persenjataan sosial kita yang terandalkan, akan senantiasa memiliki relevansi di sepanjang sejarah perjuangan bangsa kita untuk masa kini dan masa mendatang, dekat maupun jauh.

Dalam rangka menumbuhsuburkan semangat kesetiakawanan sosial secara berkesinambungan maka Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diselenggarakan setiap tahun, agar sampai kapanpun semangat ini tetap mewarnai tatanan kehidupan dan penghidupan bangsa kita.


 
Nilai Berita
Rata-rata: 4.6
Pemilih: 5


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Page created in 0.407792 Seconds