Menu Utama
icon_home.gif Depan
icon_community.gif ProfilShow/Hide content
tree-T.gif Visi
tree-T.gif Misi
tree-T.gif Struktur
tree-T.gif Program
tree-L.gif Kebijakan
favoritos.gif BeritaShow/Hide content
tree-T.gif Berita
Access restricted to our members Kirim Berita
tree-L.gif Akun Anda
som_downloads.gif UnduhShow/Hide content
tree-T.gif UnduhKonten Baru !
tree-L.gif Link Web
icon_poll.gif DatabaseShow/Hide content
tree-T.gif PMKS 2009
tree-T.gif PPLS 2008
tree-T.gif PMKS 2008
tree-T.gif PSKS 2008
tree-T.gif Sistem Informasi Panti
tree-T.gif Subsidi Panti
tree-T.gif JSLU
tree-T.gif JSPACA
tree-L.gif Penelitian
icon_members.gif HubungiShow/Hide content
Access restricted to our members Feedback
tree-T.gif Rekomendasikan Kami
tree-L.gif Jurnal

Event Calendar
Juli 2010
  1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Setjen
Itjen
Ditjen Dayasos
Ditjen Yanrehsos
Ditjen Banjamsos
Badiklit Kesos

Jurnal Penelitian

[ Puslitbang Kesos ]

[ Download ]


Kepahlawanan
  1. Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional
  2. Daftar Nama Pahlawan Nasional Republik Indonesia
  3. Website Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata

Renstra 2010-2014


Buku Glosarium


Kementerian Sosial Peringkat ke-8 dari 27 Kementerian


Buku Kinerja Kementerian Sosial RI


UKURAN KEMISKINAN
Dikirim oleh dicksan - pada Monday, 28 April 2008
Pengentasan Kemiskinan

Para politisi dan pemerintah masih saja disibukkan oleh perdebatan mengenai validitas angka-angka kemiskinan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia.



Bank Dunia pada 2007 menggunakan ukuran US$ 2 -PPP (purchasing power parity )/kapita/hari . Dengannya angka kemelaratan mencapai 105,3 juta jiwa (45,2%) atau lebih rendah dari angka pada 2006 yang mencapai 113,8 juta jiwa (49,6%).

BPS melaporkan, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 mencapai 39,05 juta (17,75 persen) atau meningkat sebesar 3,95 juta dari data tahun sebelumnya.

Ukuran kemiskinan yang dianut oleh banyak negara, termasuk Indonesia, dengan standar Bank Dunia, ternyata secara empiris acap kali "tidak bisa atau kurang tepat" menjelaskan fenomena kemiskinan. Terutama, membandingkan kemiskinan dengan kesejahteraan.

Pengukuran kemiskinan dengan standar Bank Dunia didasarkan pada ukuran pendapatan (ukuran finansial), di mana batas kemiskinan dihitung dari besarnya rupiah yang dibelanjakan per kapita sebulan untuk memenuhi kebutuhan minimum makanan dan bukan makanan.

Namun terbukti, tidak semua kemiskinan identik dengan ketidaksejahteraan, demikian juga tingkat pendapatan yang tinggi, belum mencerminkan tingkat kesejahteraan yang tinggi.

Sen Poverty Index (SPI) yang merupakan formula untuk mengukur indeks kemiskinan, ternyata tidak mampu mengukur tingkat kesejahteraan.

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar jumlah dan prosentase penduduk miskin, melainkan dimensi yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan seberapa parah kemiskinan tersebut.

Data kemiskinan yang baik dapat dipergunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki posisi mereka.

Pengukuran kemiskinan yang dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin [elin]




 
Nilai Berita
Rata-rata: 4
Pemilih: 2


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Associated Topics

Pengentasan Kemiskinan

Page created in 0.382544 Seconds