
KONDOM TAK JAMIN BEBAS HIV
Tanggal: Thursday, 05 June 2008 Topik: Depsos
- Jawaban - Penggunaan
kondom bukan jaminan seseorang bebas tertular virus HIV karena alat
kontrasepsi tersebut memiliki pori-pori yang memungkinankan untuk
ditembus virus. "Penggunaan kondom untuk cegah HIV tidak aman 100
persen," kata psikiater dan guru besar FK UI, Prof Dr dr Dadang Hawari.
Ia mengatakan, pada dasarnya fungsi kondom adalah untuk mencegah
masuknya sperma bukan untuk membendung serangan virus.Menurutnya,
penggunaan kondom dalam program KB (keluarga Berencana) saja mengalami
kegagalan hingga 20 persen. "Padahal perbandingan sperma dengan virus
itu mencapai 450 banding 1," katanya. Kondom terbuat dari karet (latex)
yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi (berserat dan
berpori bagaikan tenunan kain). Pori-pori tersebut hanya dapat dilihat
melalui mikroskop dengan lensa elektron.
Besarnya
pori-pori kondom dalam keadaan tidak meregang sebesar 1/60 mikron dan
saat meregang 10 kali lebih besar ukurannya. "Padahal ukuran virus HIV
itu kira-kira sebesar 1/250 mikron," katanya. Dadang mencontohkan,
kondom yang beredar di pasaran Amerika Serikat yang terkenal sebagai
kualitas terbaik saja mengalami kebocoran hingga 30 persen (di luar
pori-pori kondom). "Kondom yang dijual di Indonesia di pinggir jalan,
di tempat yang kena sinar matahari atau lampu langsung, dan apalagi
yang sudah kadaluarsa, tidak ada jaminan efektif cegah HIV," katanya.Menurut
dia, alat kontrasepsi latex itu harus disimpan di tempat yang berhawa
dingin (20 derajat C) dan kering. "Kondom bila dipakai pada alat
kelamin laki-laki pada suhu 37 derajat dan liang senggama perempuan
juga pada suhu 37 derajat, tidak ada jaminan tidak ditembus HIV,"
katanya. Kondom idealnya mempunyai cacat lubang kecil mikroskopis
(pinholes) maksimum 0,4 persen berdasarkan uji kebocoran dengan
pengisian 30 ml air pada suhu kamar, dengan luas kondom ideal sebesar
80 cm2.Saat
ini badan POM di Amerika Serikat (FDA) telah memberikan persyaratan
pada setiap perusahaan kondom agar mencantumkan peringatan di setiap
kemasan yang berbunyi bahwa kondom untuk sperma bukan untuk virus.
Menurut Dadang cara untuk menghindari tertular HIV adalah tidak
melakukan seks bebas, perselingkuhan, pelacuran, dan homoseksual.
"Pastikan juga darah untuk transfusi tidak tercemar HIV dan selalu
gunakan jarum suntik yang baru dan steril," katanya.
|
|
Artikel dari Kementerian Sosial RI - Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Mawas, Kerja Selaras dan Kerja Tuntas
http://www.depsos.go.id
URL:
http://www.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=673
|